|
Thursday, 11 February 2010 14:51 |
|
Jakarta, Indonesia Fast Facts Population City proper 8,389,443 Metro area 13,194,000 Elevation 4 meters (13 feet) Temperature January 29°/23°C (84°/73°F); July 31°/23°C (88°/73°F) Average daily High/Low °C (°F)
Rainfall January 342 (13); July 59 (2.3) Average monthly mm (inches) Time Zone +7 hours UTC (Coordinated Universal Time)

|
|
|
Monday, 07 December 2009 18:11 |
| Toyota All New Corolla Altis 1.8 G A/T | 344 | 0 | | Toyota All New Corolla Altis 1.8 J M/T | 321 | 0 | | Toyota All New Corolla Altis 1.8 V A/T | 344 | 0 | | Toyota All New Corolla Altis 2.0 V A/T | 373 | 0 | | Toyota Alphard 2.4 G A/T | 800 | 0 | | Toyota Alphard 2.4 V A/T | 900 | 0 | | Toyota Alphard 3.5 L A/T | 1100 | 0 | | Toyota Avanza 1.3 E M/T | 132 | 0 | | Toyota Avanza 1.3 E M/T Dress Up | 137 | 0 | | Toyota Avanza 1.3 G M/T | 146 | 0 | | Toyota Avanza 1.3 G M/T B | 143 | 0 | | Toyota Avanza 1.5 S A/T | 168 | 0 | | Toyota Avanza 1.5 S M/T | 158 | 0 | | Toyota Camry 2.4 G A/T | 453 | 0 | | Toyota Camry 2.4 G A/T LUX | 458 | 0 | | Toyota Camry 2.4 V A/T | 480 | 0 | | Toyota Camry 2.4 V A/T LUX | 485 | 0 | | Toyota Camry 3.5 Q A/T | 635 | 0 | | Toyota Camry 3.5 Q A/T LUX | 641 | 0 | | Toyota Fortuner 2.7 G LUX 4X2 A/T | 417 | 0 | | Toyota Fortuner G M/T 4X2 Diesel | 360 | 0 | | Toyota Fortuner V A/T 4X4 | 466 | 0 | | Toyota Hilux Double Cabin E 4x4 | 294 | 0 | | Toyota Hilux Pick-Up 4x2 | 143 | 0 | | Toyota Innova (Diesel) 2.5 E M/T | 223 | 0 | | Toyota Innova (Diesel) 2.5 E M/T Standard | 213 | 0 | | Toyota Innova (Diesel) 2.5 G A/T | 254 | 0 | | Toyota Innova (Diesel) 2.5 G M/T | 241 | 0 | | Toyota Innova (Diesel) 2.5 V A/T | 287 | 0 | | Toyota Innova (Diesel) 2.5 V M/T | 273 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 E M/T | 208 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 E Standar M/T | 198 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 G A/T | 239 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 G Captain Seat A/T | 242 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 G Captain Seat M/T | 228 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 G M/T | 226 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 V A/T | 272 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 V Captain Seat A/T | 273 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 V Captain Seat M/T | 259 | 0 | | Toyota Innova (gasoline) 2.0 V M/T | 258 | 0 | | Toyota Land Cruiser 200 A/T LM Full Spec | 2175 | 0 | | Toyota Land Cruiser 200 A/T LS Standard | 1955 | 0 | | Toyota Previa A/T Full Spec | 640 | 0 | | Toyota Rush G M/T | 186 | 0 | | Toyota Rush S A/T WTI | 209 | 0 | | Toyota Rush S M/T WTI | 195 | 0 | | Toyota Vios 1.5 E M/T | 204 | 0 | | Toyota Vios 1.5 G A/T | 230 | 0 | | Toyota Vios 1.5 G M/T | 217 | 0 | | Toyota Yaris E A/T | 192 | 0 | | Toyota Yaris E M/T | 181 | 0 | | Toyota Yaris E M/T Dress Up | 171 | 0 | | Toyota Yaris J A/T | 185 | 0 | | Toyota Yaris J M/T | 174 | 0 | | Toyota Yaris S A/T Limited | 208 | 0 | | Toyota Yaris S M/T | 191 | 0 | |
|
Last Updated on Monday, 07 December 2009 18:24 |
|
Wednesday, 25 November 2009 12:42 |
|
Setelah berhasil dengan rekomendasinya mengenai case Bibit-Chandra, kini rakyat Indonesia menantikan lagi Tim 8 yang Baroe. All New Tim 8 ini haroesnya bekerja oentoek membongkar kasoes bank Centoeri. |
|
|
Monday, 23 November 2009 12:47 |
Satu lagi pusat grosir dan perbelanjaan hadir di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Ya, untuk mempercantik dan menjadikan Pasar Senen sebagai ikon pusat perbelanjaan, kini hadir Pusat Grosir Senen Jaya, yang terletak di Blok IV Pasar Senen. Pusat grosir Senen Jaya ini merupakan jelmaan dari pusat pertokoan Pasar Senen yang diremajakan pada tahun 2008 lalu. Di tempat ini terdapat 1.200 an kios yang tersebar di 5 lantai.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, Senen memiliki potensi untuk mengembangkan pasar seperti di Hongkong. Karena itu, ia meminta agar pengembangan Pasar Senen ini dilakukan secara komprehensif.
Artinya, pembangunan kawasan ini akan ditunjang dengan segala sarana dan prasarana pasar seperti pengembangan terminal dan Stasiun KA Pasar Senen. Pengembangan dilakukan oleh Pemprov DKI. ”Penataan di Senen dilakukan untuk memiliki nilai tambah dan diutamakan untuk kepentingan pedagang. Sebab pasar tidak akan berkembang jika tidak ada pedaganganya,” ujar Fauzi Bowo, usai meresmikan Pusat Grosir Senen Jaya, Senin (23/11).
Nantinya pengembangan juga harus dilakukan terhadap blok 3 dan 6 Pasar Senen, yang saat ini terlihat masih kumuh dan dikelola PD Pasar Jaya. Ia juga meminta kepada semua pihak untuk mengembangkan kawasan tersebut, karena bila tidak, berarti pemerintah mendzolimi pedagang. “Tugas kita menyejahterakan pedagang. Oleh karena itu, saya minta blok 3 dan 6 tolong cepat dikembangkan,” lanjutnya.
Konsep besar lainnya adalah, Pemprov DKI memiliki masterplan untuk menyatukan antara Atrium Senen dengan Pasar Senen. Sehingga tidak terkesan terkotak-kotak karena ini adalah untuk kepentingan bersama. Rencananya, pusat grosir ini akan menjadi pusat grosir pertama di Jakarta yang berstandar internasional.
Dirut PD Pasar Jaya, Djangga Lubis, mengatakan segera memperbaiki pembangunan blok 3 dan 6. Karena jika tidak, hal itu akan membuat kawasan tersebut tertinggal dengan kawasan lainnya. “Sudah kita siapkan pembangunannya. Saat ini kami sedang mengkaji pihak swasta yang akan turut serta dalam kerja sama ini. Sesegera mungkin akan kita bangun, sekarang masih dalam tahap pengkajian,” ujar Djangga.
Sayangnya, peresmian Pusat Grosir Senen Jaya yang terkesan meriah ini, sedikit terganggu akibat ulah panitia penyelenggara yang terkesan arogan dan tidak profesional. Mereka menghardik seluruh wartawan yang meliput acara tersebut. Bahkan pengunjung yang membawa undangan pun tak luput dari sikap arogan panitia tersebut.
“Bagaimana sih ini, jelas-jelas saya bawa undangannya, kenapa dilarang masuk,” ketus salah satu pengunjung sambil menunjukkan undangannya. Pantia menghardik wartawan dengan dalih takut mengganggu acara tersebut. Padahal sejumlah wartawan hanya melakukan peliputan biasa. |
|
Monday, 23 November 2009 12:36 |
|
Banjir Kanal Jakarta adalah kanal yang dibuat agar aliran sungai Ciliwung melintas di luar Batavia, tidak di tengah kota Batavia. Banjir kanal ini merupakan gagasan Prof H van Breen dari Burgelijke Openbare Werken atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan setelah banjir besar melanda Jakarta dua tahun sebelumnya. Inti konsep ini adalah pengendalian aliran air dari hulu sungai dan mengatur volume air yang masuk ke kota Jakarta. Termasuk juga disarankan adalah penimbunan daerah-daerah rendah. Antara tahun 1919 dan 1920, gagasan pembuatan Banjir Kanal dari Manggarai di kawasan selatan Batavia sampai ke Muara Angke di pantai utara sudah dilaksanakan. Sebagai pengatur aliran air, dibangun pula Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet.  |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |